PARA PELAKU DAN CARA-CARA PERTOLONGAN DALAM PERSALINAN

Para Pelaku dalam Pertolongan Persalinan. Para pelaku dan hubungan antar peranan yang mereka wujudkan pada saat menolong persalinan merupakan aspek sosial yang penting.

Dukun bayi. Penolong utama dari kelahiran yang dilakukan diluar Rumah Sakit atau Puskesmas dengan jalur sistem medis biomedicalnya adalah dukun bayi, yang membagi pengetahuannya kepada masyarakat mengenai cara-cara tradisional untuk menolong persalinan.

Dukun bayi umumnya adalah perempuan, walau dalam berbagai kebudayaan tertentu, dukun bayi adalah laki-laki. Peraji paa masyarakat Sunda adalah dukun bayi perempuan meskipun ada pula istilah lain untuk profesi itu ialah indung beurang. Di Bali, balian manak pada masyarakat Bali Hindu umumnya adalah laki-laki berusia di atas 50 tahun, dan profesi ini tidak bisa digantika oleh orang perempuan. Karena dalam proses menolong persalinan, sang dukun harus membacakan mantera-mantera yang haya boleh diucapkan oleh kaum laki-laki, karena sifatnya sakral.

kerabat. Pada umumnya keluarga terdekat adalah pelaku utama yang mendampingi dukun bayi dan bidan untuk membantu kelancaran persalinan. Jika kelahiran berlangsung dirumah wanita yang melahirkan, pada umunya para penolong persalinan yang utama dari pihak kerabat terdiri dari ibu dari wanita yang bersalin, mertuanya dan suami dari wanita yang melahirkan itu.

Penentuan tentang siapa saja yang dapat memperoleh akses pada suatu peristiwa kelahiran banyak tergantung pada cara setiap kebudayaan memadang sifat dari kelahiran itu, apakah sebagai masalah pribadi yang hanya terbatas bagi sedikit kerabat terdekat saja, ataukah sebagai hal yang bersifat publik, yang memberi peluang bagi handai-tolan lainnya untuk berpartisipasi dalam memenuhi kewajiban sosial mereka terhadap orangtua si bayi.

Cara-cara menolong persalinan. Para pelaku dan cara-caramenolong persalinan merupakan kesatuan yang ta terpisahkan, karena diikat oleh kesamaan pemahaman mengenai sifat dari proses kelahiran itu, dengan pengaruhnya terhadap kondisi ibu dan bayinya.

Dalam proses persalinan di lingkungan masyarakat Bali Aga, sebagaimana yang di lukiskan oleh James Danandjaja (1976). Wanita yag akan melahirhan duduk dengan posisi bersandar pada dada balian tekuk (dukun beranak) di atas bangku. Sang suami duduk tepat di hadapan istrinya, karena berfungsi sebagai penarima bayi pada saat lahirnya. Di antara suami-istri terdapat lubang dangkal yang diberi alas untuk menampung plasenta, air tembuni, dan darah yang keluar dari tubuh wanita yang melahirkan. Di sisi wanita itu, berdiri seorang gadis yang  berfungsi untuk menarik rambutnya, agar sang wanita yang melahirkan dapat tetap dalam posisi duduk tegak. Tujuannya adalah untuk menjaga jiwanya dapat tetap diam dalam tubuhnya dan tidak akan meninggalkannya. Sang balian tekuk akan mengurutnya untuk membetulkan posisi bayi bila terasa sungsang dalam perut ibunya. Namun bila proses kelahiran tampak berjalan normal, ia takkan berbuat apa-apa kecuali berfungsi sebagai tempat  bersandar sang wanita melahirkan dan memberikan ketenangan psikologis.

Seorang pelaku lain, balian usada, hanya berperan apabila terjadi proses persalinan yang sulit. Ia akan membacakan mantra-mantra dan doa, serta memberikan minum air suci kepada si ibu, lalu menyemburnay dengan ludah yang bercampur kunyahan daun sirih. Para pelaku, khususnya sang gadis, senantiasa mengusahakan agar si ibu tidak pingsan, karena hal itu dianggap dapat menyebabkan kematiannya. Sementara itu, ibu dari wanita yang melahirkan turur berada di ruangan yang sama untuk memberikan ketenangan batin bagi putrinya yang sedang dalam proses melahirkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s